Lilypie First Birthday tickers

Friday, March 11, 2011

Thumbs-up for Apotek K-24

Sejak awal kehamilan saya selalu tebus obat di Apotek-K24, atas saran suami menurutnya klo di RS mungkin lebih mahal, iya juga sih vitamin utk bulan pertama saya tebus di apotek RS tempat kontrol, bulan kedua di apotek K-24 dan ternyata memang ada selisih harga lumayan sekian puluh ribu. Akhirnya selalu deh beli obat disitu, dan kita pernah membuktikan harga obat di apotek K-24 yang  berbeda cabang ternyata sama loh..

Nah, kenapa skarang jd frontal nulis ttg Apotek-K24 (terang2an sebut merk) karena pengalaman kemarin habis antar suami cek kesehatan di dokter praktek Apotek Setiabudi dan tebus obatnya disana juga, biar ngirit waktu deket sama kost2an kita, heheheee..

Tapi, ternyata-eh-ternyata...
Resep obat-nya gak semua lengkap ada yg out-of-stock, bill'nya 240ribuan, karena kita pengennya yg langsung komplit biar 'lekas sehat', akhirnya transaksi dibatalkan! Meluncur-lah kita mencari K-24 yg lumayan jauh dr kost di daerah Setiabudi ke Bendungan Hilir. Stelah di cek disana ternyata bill'nya cuma 150ribuan loh?!

Wah, ada apa yah dengan apotek setiabudi? ini kan kita pake resep dokter pasti obatnya sama dong, masa selisih harganya signifikan bgt? Akhirnya kita sudah memutuskan utk selalu beli obat di K-24 aja deh... Selain harganya yg sesuai dgn HET dan dijamin keaslian obatnya, trus bisa delivery order lagi (^___^)/

Thursday, March 10, 2011

Boy....!

Hasil USG di usia kehamilan 21 minggu, akhirnya terlihat juga jenis kelamin si-dede. Awalnya iseng tanya "Dok, udah bisa kliatan blum yah jenis kelaminnya?" pas dokternya langsung muter2in alat USG, kok kyana blum siap denger (>_<)# grogi tidak beralasan euy...
Suami jg kyana gk kepikiran untuk ajuin pertanyaan itu, dia cuma bengong menatap layar monitor :)
Pas dokternya tny balik, "Ibu pengennya apa? cewe atau cowo?"
Dalam hati bilang, pengen cewe! eh, pengen cowo jg deng! tp kyana cowo deh, eh ntar salah lagee gk tau-nya cewe!
Hahahahaaa, akhirnya cuma bisa bilang, "Hmm, baru anak pertama dok, apa aja cewe/cowo gak masalah"
Dilanjutkan si-mas "yg penting sehat dok, amin" 
And the doctor said, "tuh, monasnya keliatan jadi anaknya cowo y bu"
>>> ngelirik si-mas (/^o^)/ Alhamdulillah...
*sambil mengusap wajahnya...

Monday, February 07, 2011

Imajiner Doa

February 2009, tepatnya dua tahun yang lalu saya pernah memposting tulisan ini di notes facebook. Waktu itu sang calon suami masih menempuh gelar masternya di tetangga sebrang. Setelah sekian lama akhirnya minggu kemarin iseng bongkar facebook dan menemukan tulisan ini (ada komen dr sang calon suami juga hihihiiii...) jadi malu sendiri bacanya. Tapi setelah sebagian dari tulisan itu terwujud dalam kehidupan, kembali mengingatkan saya atas imajiner dari doa tersebut. Two Thumbs Up untuk sang penulis, mohon izin saya copas lagi kedalam blog, cekidot...


IMAJINER DOA
oleh: Ratih Sanggarwati

Doa yang kupanjatkan ketika aku masih gadis:
"Ya Allah beri aku calon suami yang baik, yang sholeh. Beri aku suami
yang dapat kujadikan imam dalam keluargaku."

Doa yang kupanjatkan ketika selesai menikah:
"Ya Allah beri aku anak yang sholeh dan sholehah, agar mereka dapat
mendoakanku ketika nanti aku mati dan menjadi salah satu amalanku
yang tidak pernah putus.

Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku lahir:
"Ya Allah beri aku kesempatan menyekolahkan mereka di sekolah Islami
yang baik meskipun mahal, beri aku rizki untuk itu ya Allah...."

Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku sudah mulai sekolah:
"Ya Allah..... jadikan dia murid yang baik sehingga dia dapat bermoral
Islami, agar dia bisa khatam Al Quran pada usia muda.."

Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku sudah beranjak remaja:
"Ya Allah jadikan anakku bukan pengikut arus modernisasi yg
mengkhawatirkanku.
Ya Allah aku tidak ingin ia mengumbar auratnya, karena dia ibarat buah
yang sedang ranum."

Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku menjadi dewasa:
"Ya Allah entengkan jodohnya, berilah jodoh yang sholeh pada mereka,
yang bibit, bebet, bobotnya baik dan sesuai setara dengan keluarga kami."

Doa yang kupanjatkan ketika anakku menikah:
"Ya Allah jangan kau putuskan tali ibu & anak ini, aku takut kehilangan
perhatiannya dan takut kehilangan dia karena dia akan ikut suaminya."

Doa yang kupanjatkan ketika anakku akan melahirkan:
"Ya Allah mudah-mudahan cucuku lahir dengan selamat. Aku inginkan nama
pemberianku pada cucuku, karena aku ingin memanjangkan teritoria
wibawaku sebagai ibu dari ibunya cucuku."

Ketika kupanjatkan doa-doa itu, aku membayangkan Allah tersenyum
dan berkata..... .

"Engkau ingin suami yang baik dan sholeh sudahkah engkau sendiri baik
dan sholehah?
Engkau ingin suamimu jadi imam, akankah engkau jadi makmum yang baik?"
"Engkau ingin anak yang sholehah, sudahkah itu ada padamu dan pada
suamimu. Jangan egois begitu...... .. masak engkau ingin anak yang
sholehah hanya karena engkau ingin mereka mendoakanmu. . ...tentu mereka
menjadi sholehah utama karena-Ku, karena aturan yang mereka ikuti haruslah
aturan-Ku."
"Engkau ingin menyekolahkan anakmu di sekolah Islam, karena apa?......
prestige? ........ atau....mode? .....atau engkau tidak mau direpotkan
dengan mendidik Islam padanya? engkau juga harus belajar, engkau juga
harus bermoral Islami, engkau juga harus membaca Al Quran dan berusaha
mengkhatamkannya. "

"Bagaimana engkau dapat menahan anakmu tidak menebarkan pesonanya dengan
mengumbar aurat, kalau engkau sebagai ibunya jengah untuk menutup aurat?
Sementara engkau tahu Aku wajibkan itu untuk keselamatan dan kehormatan
umat-Ku."

"Engkau bicara bibit, bebet, bobot untuk calon menantumu, seolah engkau
tidak percaya ayat 3 & 26 surat An Nuur dalam Al Quran-Ku. Percayalah
kalau anakmu adalah anak yang sholihah maka yang sepadanlah yang dia
akan dapatkan."

"Engkau hanya mengandung, melahirkan dan menyusui anakmu.. Aku yang
memiliki dia saja, Aku bebaskan dia dengan kehendaknya. Aku tetap
mencintainya, meskipun dia berpaling dari-Ku, bahkan ketika dia
melupakan-Ku. Aku tetap mencintainya. .. "

"Anakmu adalah amanahmu, cucumu adalah amanah dari anakmu, berilah
kebebasan untuk melepaskan busur anak panahnya sendiri yang menjadi
amanahnya."

Lantas...... aku malu...... dengan imajinasi do'a-ku sendiri....
Aku malu akan tuntutanku kepada-NYA...

Maafkan aku ya Allah......

Tuesday, January 18, 2011

16 weeks, I felt baby kicks!

Kemarin pas diperjalanan mau ke rumah mama sesekali aku ketawa-ketawa sendiri. Emang gak ada yg lucu di jalan tol, tp ini perutku kok kya ada yg kedut-kedutan dan rasanya aneh, geli-geli gimana gituh... Kyana sudah mulai bisa merasakan garakan janin "Subhanallah, Alhamdulillah, Wasyukurillah" terkadang juga brasa sdikit ngilu, tp klo taruh tangan hubby di perutku masih belum teraba. Mungkin krn memang usia kandungan masih muda kali yah? jadi baru bisa ngerasain sendiri (^___^)/ pas kontrol kemarin di RS Permata Cibubur, spog'nya tanya sudah merasakan gerakan? "sudah, dok!" sewaktu di USG sang junior jg aktif bgt, jd dokter cuma bisa menghitung BB'nya, sedangkan ukuran panjangnya gak valid karena junior bergerak-gerak terus dan terlalu meringkuk ke dalam. Gpp bunda senang, yg penting kamu sehat ya nak...


Tuesday, December 14, 2010

Kelas Hypnobirthting (i wish, i pray, i hope...)

Hmm, pengen banget ikutan kelas hypnobirthing, tp malu bilangnya ke suami (gimana yaaah...)
Soalnya kelas ini harus dihadiri suami-istri (wajib! kata pembicara materinya)

Sementara ini blum bisa banyak cerita ttg kelas hypnobirthting karena aku sendiri belum praktek, tp hasil blogwalking ada nemu cerita seru dari blognya Jeng Cindy di
Di ceritanya ada sebuah paragraf yg katanya jeng Cindy sempet menitikkan airmata, jadi terharu juga bacanya, hiiiks..hiiiiks...

Wednesday, December 01, 2010

Konsumsi Jamu Beras Kencur di Masa Kehamilan

Hamil 2 bulan bisa naik 2kg aja udah seneng bgt nih, soalnya pernah denger cerita teman dan keluarga katanya ada yang berat badannya justru turun di awal kehamilan. Tp usia kandungan menginjak 9 minggu aku ketularan batuk, karena bumil takut minum obat lama-lama jpenyakit yg didiamkan malah makin menjadi radang tenggorokan trus flu dan akhirnya badanku demam panas (-_-')/ Setelah dikasih resep obat dari dokter, aku mengkonsumsi sanmol dan OBH racikan cuma 2x minum cukup sampai badan berasa lebih baik aja, sementara antibiotiknya "no way!"

Tapi udah 5 hari nih, masih berasa radang tenggorokannya...
Nafsu makan mulai menghilang, pergelangan tangan mulai kurus, perutku tak sebesar dulu (T__T)#
whaaa mama~ kyana BB'ku turun nih...

Masih kekeuh gak mau minum obat demi kesempurnaan janin-ku (padahal hubby udh ngomel*) akhirnya aku beli jamu gendong beras kencur (tanpa campuran apa-apa yah) sekedar untuk pelega tenggorokan, sambil minum jamunya sambil googling (/^___^)/ hehehee, ya ini adalah inisiatif ke-sotoy-an saya pdhal belum cari infonya ;p

Alhamdulillah, tidak satupun artikel yang menyatakan jamu beras kencur berbahaya, bahkan bagus utk janin :) Nih beberapa kutipan yg aku baca...

Jamu beras kencur dipercaya dapat menghilangkan pegal-pegal pada tubuh. Dengan membiasakan minum jamu beras kencur, tubuh akan terhindar dari pegal-pegal dan linu yang biasa timbul bila bekerja terlalu payah. Selain itu, banyak pula yang berpendapat bahwa jamu beras kencur dapat merangsang nafsu makan, sehingga selera makan meningkat dan tubuh menjadi lebih sehat.

Khasiat jamu beras kencur telah di kenal oleh masyarakat indonesia sejak dahulu. Karena jamu beras kencur telah di percaya oleh masyarakat bisa mengobati beberapa penyakit. Terutama untuk menghilangkan pegal - pegal dan capek - capek sehabis kerja keras dan sehabis perjalanan jauh. Jamu beras kencur sangat cocok untuk kaum pria maupun kaum wanita, bahkan buat anak - anak sekaligus.
Dari dulu orang - orang tua menganjurkan bagi wanita hamil dan menyusui untuk sering kali mengkonsumsi jamu beras kencur, Dikarenakan jamu beras kencur bisa menguatkan jani bayi dalam kandungan dan bisa memperlancar dalam proses persalinan. Jamu beras kencur juga bisa membantu dalam pembentukan sel - sel otak bayi dan bisa memperkuat tulang - tulang agar tidak mudah keropos.